 |
PENGGUNAAN BIOMETANOL PROSPEKTIF
JAKARTA, KOMPAS – Di lihat dari berbagai segi, terutama terkait dengan upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, biometanol bisa menjadi alternatif yang menjanjikan. Pandangan di atas dikemukakan dalam Diskusi Pakar tentang Penggunaan Biometanol di The Habibie Center, Jakarta, Selasa (31/3).
Seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Nanang A Rofandi, selain ramah lingkungan, penggunaan biometanol sebagai bagian dari produk biomasa hutan juga memberikan alternative bagi usaha baru disektor kehutanan, membuka kesempatan kerja baru, dan menunjang pembangunan desa mandiri.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Lingkungan Yetti Rusli mendukung inisiatif biometanol, karena seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan energi ramah lingkungan seperti diamanatkan Konferensi Lingkungan PBB di Bali Desember 2007.
BIOMETANOL
Sebelum ini, produk bioenergi dari sektor kehutanan yang banyak dibahas adalah biodiesel (terbuat dari nyamplung atau kelapa sawit) dan bioetanol (yang dibuat dari limbah sagu dan limbah kehutanan). Adapun biometanol yang diwacanakan sekarang dibuat dari limbah penebangan, limbah industri pengolahan kayu, dan dari hutan tanaman.
Dibandingkan bioetanol, biometanol memiliki sejumlah kelebihan, antara lain bahan baku lebih luas, pemakaiannya pun lebih luas dan langsung (baik untuk transportasi, sel bahan bakar, konsumsi rumah tangga), tidak berbenturan dengan pangan, dan tidak menyebabkan deforestrasi.
Pengembangannya, seperti dikemukakan oleh Kepala Institut Demokratisasi Sains dan Teknologi Ilham Habibie, akan memperkuat keamanan energi di Indonesia, yang selama ini telah dikenal sebagai salah satu produsen energi penting di dunia.
Namun di luar keunggulan yang disebutkan diatas, keandalan biometanol sebagai energi alternatif masih perlu diuji. Pengamat energi yang juga Rektor Universitas Darma Persada Kamaruddin Abdullah mengingatkan, pendukung biometanol harus bisa menjawab masalah ketersediaan dan keterjangkauan harga bioful ini.
Sejumlah pandangan lain juga disampaikan oleh pengamat energi lain yang hadir sebagai panelis, yakni Suminar Setiati (IPB), Agus Eko Tjahjono (BPPT), dan Agung Nugroho (Ilthabi Rekatama).
Dinegara lain, seperti China, riset biometanol sangat maju. Menurut Asep Suntana dari Lembaga Kehutanan dan Lingkungan Indonesia, kalangan industri di China, otomotif misalnya, sudah ada yang berencana memproduksi 50.000 unit mobil berbahan bakar biometanol. Negara lain yang tergolong maju dalam biometanol adalah Swedia, Finlandia, dan Amerika Serikat. (Sumber : KOMPAS)
Berita: Dissemination of Hybrid ICDC Solar Drying Systems
Dissemination of Hybrid ICDC Solar Drying Systems
Kamaruddin Abdullah
Laboratory of Solar Energy Conversion Technology Darma Persada University/Member of PII Jl. Radin Inten 2, Pondok Kelapa, East Jakarta, Phone:+62-218649060/Fax:+62-218649052 Email:rektor@webmail.unsada.ac.id
Abstract-Hybrid ICDC solar dryer integrates the function of solar heat collector and the drying chamber, was recommended for its applications in the developing countries due to the low construction cost. The integration of solar energy with wind and biomass energy had also made the hybrid drying system can be operated contiuously days and nights regardless on the availability of sun shine. Since 1999, several design configurations of ICDC solar dryers had been developed and tested both in the laboratory as well as under field conditions. Some of the installed dryers in Indonesian villages had shown good adaptability to the socio-economic condition of the users, could successfully substituted fossil fuels, but some had faced difficulties to continue their operations due to the inaccessibility to micro-credits or soft loans and full timers to med the facilities. Recently, however, as the supply of fossil fuels become uncertain and the price of oil continues to increase, the demand of ICDC solar dryer is showing an increase not only in the food sector but has extended to the production of sea weeds, and drying process in tanneries. This paper describes new prototypes and performance of ICDC solar dryers with some discussions on the economic benefit of installed ICDC solar dryer in Indonesia villages.
IndexTerms-hybrid system, ICDC solar dryer, rough rice, tanneries
Berita: An Approach in Disseminating Renewable Energy Technology
An Approach in Disseminating Renewable Energy Technology
Kamaruddin Abdullah
Laboratory of Solar Energy Conversion Technology
Darma Persada University/Member of PII
Jl. Radin Inten 2, Pondok Kelapa, East Jakarta, Phone:+62-21-8649060/Fax:+62-21-8649052
Email:rektor@webmail.unsada.ac.id
Abstract-Since several years ago the author had proposed a concept of the E3i village, in which locally available renewable energy sources can be transformed to supply the mechanical, thermal, and electrical energy for the house hold, SMEs and cooperative as well for the transportation sector in the rural areas. Such an idea could be immediately implemented knowing the fact that many research results achieved by various research institutions including the universities are beginning to show their results for industrial applications. It needs an integrated approach and holistic energy planning in order to make these technology pay and effective to induce sustainable development, particularly in the rural areas. As the first step toward the realization of the E3i village concept, renewable energy application is first directed in supplying the required mechanical energy to support the stablishment of a valuue added Small Processing Unit.This paper is proposing a methodology to evaluate the successful applications of renewable energy technologies as the main component of a Small Processing Unit, taking an example of solar drying.
Index Terms- renewable energy sources, rural development, Small Processing Unit, sustainability parameters.
Umum: PENERIMA HONORARY FELLOWSHIP AWARD 2008
Berikut penerima HONORARY FELLOWSHIP AWARD 2008
1. Prof. DR. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU
2. Ir. Istanto Oerip
3. Ir. Kontan Pasaman, IPU
4. Ir. Tjipto Kusumo, IPM
5. Ir. Agusman Effendi
6. DR. Ir. Achmad Hermanto Dardak, MSc, IPU
7. Ir. Deddy Aditya Sumanagara
8. Ir. Herman Afiff Kusumo
Selamat buat bapak Prof. DR. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU (Rektor Universitas Darma Persada) yang telah mendapatkan penghargaan tersebut.
Berita: PII SUMBAR GELAR SEMINAR.
Rektor Universitas Darma Persada Prof. Dr. Ir. Kamaruddin Abdullah,IPU, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Regulasi dan Perundang-undangan PP-PII, selama ini dikenal selaku seorang pakar energi alternatif. Prof. DR. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU, berbicara tentang Implementasi Konsep Desa E3i Dalam Rangka Memacu Pemanfaatan Teknologi Berbasis SET. Prof. Kamaruddin memang juga popular selaku penggagas konsep Desa Mandiri Energi, yakni semacam rekonstruksi puluhan desa di Indonesia yang dijadikan sebagai desa yang mampu menerapkan pemanfaatan bioenergi. Atau yang juga popular dengan sebutan eco village concept. Rakyat desa diberdayakan sehingga mampu mengadakan sendiri kebutuhan listrik mereka, terutama untuk kebutuhan produktif.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sumatera Barat, Dr. Syafruddin Karimi, SE, MA, mengetengahkan makalah berjudul “Energy Use & The Millenium Development Goals”. Dr. Syafruddin antara lain mengatakan, peran energi dalam millennium goals adalah menurunkan angka kemiskinan energi yang ekstrim. Padahal untuk kawasan Sumatera, pengembangan Biofuel sangat potensial untuk dikembangkan.
Ketua Umum Yayasan Brown Energi, Dr. Poempida Hidayatullah mempresentasikan kertas kerja bertajuk “Introducing Brown Gas, Wind Farm Viron Energy”. Intinya, bagaimana secara teknis sampah dapat dikelola sebagai sumber energi listrik.

Dan Dirjen Migas, H.J. Wijanarko menyampaikan makalah penutup berjudul “Arah Dan Kebijakan Sub Sektor Migas Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”. H.J. Wijanarko mengatakan, industri minyak dan gas bumi merupakan industri padat teknologi, padat modal, dan padat resiko. Sehubungan dengan itu, Pemerintah membuat beberapa kebijakan tentang minyak bumi dan gas bumi. Yakni Kebijakan Sumber Daya Alam dan Kebijakan Bahan Bakar. (Sumber : ENGINEER MONTHLY-PII/ALVIN-HUMAS)
|
PELANTIKAN PIMPINAN FAKULTAS
PELANTIKAN PIMPINAN FAKULTAS
DI LINGKUNGAN UNSADA
UNSADA NEWS : Pada tanggal, 23 Januari 2009, bertempat di Ruang Sasana Wiyata Gedung Rektorat UNSADA telah dilangsungkan penggantian dan pelantikan beberapa orang Dekan Fakultas di lingkungan UNSADA. Pejabat yang diganti adalah Ir. Eri Suherman, Dekan Fak. Teknik digantikan oleh Ir. Herman Noor Rahman, ME; Ir. Teguh Sastrodiwongso, MSE, Dekan Fak. Teknologi Kelautan digantikan oleh Ir. Endro Prabowo, M.Sc. sedangkan DR. Alkbertine S. Minderop, MA tetap menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra untuk periode yang kedua. Pelantikan para Dekan baru ini dipimpin langsung oleh Rektor UNSADA, Prof. DR. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU dan disaksikan oleh Ketua Umum PERSADA sekaligus sebagai Ketua Yayasan Melati Sakura, Bapak Rachmat Gobel. Akhirnya Keluarga Besar UNSADA menyampaikan Ucapan Selamat Kepada Para Pejabat yang dilantik dan ucapan terima kasih kepada pejabat lama yang telah mendarmabhaktikan dirinya untuk kemajuan UNSADA umumnya dan fakultas masing-masing khususnya. Alvin/Humas
|
LABORATORIUM MULTIMEDIA UNSADA
UNSADA-NEWS : Pada Tahun Akademik 2007/2008 ini Universitas Darma Persada (UNSADA) mendapat bantuan/hibah dari Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar Jepang berupa Laboratorium Multimedia terbaru.
UNIVERSITAS DARMA PERSADA Akreditasi S-1 Satra Jepang
Sejak lama, program studi sastra Jepang dan sastra China di Universitas Darma Persada (Unsada) menjadi favorit di kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak hanya di Jakarta, tetapi juga seantero Indonesia. Tak salah jika Badan Akreditasi Nasional (BAN), kemudian meningkatkan akreditasi program studi S-1 Sastra Jepang Unsada dari B menjadi A.
|
|
 |
|
 |
|
|
|
| |
Anda pengunjung ke-1070473
|
| |
|